Showing posts with label The Origin of Species. Show all posts
Showing posts with label The Origin of Species. Show all posts

Tuesday, July 16, 2013

THE ORIGIN OF SPECIES Chapter VII: MISCELLANEOUS OBJECTIONS TO THE THEORY OF NATURAL SELECTION (Berbagai Keberatan Terhadap Teori Saya Tentang Seleksi Alam)

Evolusi-Teori Evolusi Darwin Bab 7
Berbagai Keberatan Terhadap Teori Saya Tentang Seleksi Alam

Umur panjang - Modifikasi-modifikasi tidak selalu simultan - Modifikasi tampaknya tidak langsung berguna - Perkembangan progresif - Ciri-ciri yang secara fingsional kurang penting, paling konstan - Dugaan inkompetensi seleksi alam yang disebabkan oleh tahap-tahap permulaan struktur yang berguna. Sebab-sebab yang mencampuri perolehan melalui seleksi alam struktur yang berguna Gradasi struktur dengan fungsi yang berubah Organ-organ yang berbecla jauh dialami anggota-anggota kelas yang sama dikembangkan dari satu kelas dan sumber yang sama Alasan-alasan untuk tidak modifikasi besar dan sekenyang-kenyangnya.

Saya khususkan bab ini untuk menanggapi berbagai keberatan yang telah dikemukakan orang terhadap pandangan-pandangan saya, Dengan demikian duduk perkara mungkin dapat, dibuat lebih jelas. Tetapi akan tidak berguna membicarakan semuanya, seperti yang banyak dibuat oleh penulis yang tidak mau bersusah-payah untuk memahami subjeknya. Demikianlah seorang naturalis Jerman yang kenamaan, telah mengatakan bahwa bagian terlemah teori saya, adalah, bahwa saya memandang semua makhluk hidup sebagai tidak sempurna. Padahal, apa yang sesungguhnya saya katakan adalah, bahwa semua makhluk hidup adalah tidak sesempurna sebagaimana seharusnya dalam hubungan dengan kondisi-kondisi kehidupannya. Hal ini diperlihatkan demikian oleh banyak bentuk kehidupan asli banyak pelosok dunia yang menyerahkan tempat mereka kepada bentuk-bentuk hidup asing. Makhluk hidup, kalaupun dapat beradaptasi lebih berguna pada kondisi-kondisi hidupnya tidak dapat tetap demikian, kecuali bila mereka sendiri berubah. Tidak seorang pun akan menyangkal, bahwa kondisi disetiap negara begitu pula jumlah dan jenis penghuninya telah mengalami dampak mutasi.

Baru-baru ini seorang kritikus tegas-tegas rnenyatakan dengan dibarengi pameran ketelitian matematikanya, bahwa umur panjang adalah suatu keuntungan besar bagi semua spesies, sehingga orang yang percaya pada seleksi alam “Harus menyusun pohon silsilahnya" sedemikian rupa, sehingga semua penggunaan memiliki jangka hidup lebih lama dari pada nenek moyang mereka! Tidak dapatkah kritikus ini membayangkan bahwa tanaman berjangka umur 1 tahun atau satu dari hewan yang lebih rendah dapat mengembara kewilayah yang dingin dan binasa disana setiap musim salju? Namun, dengan keuntugan yang diperoleh mclalui seleksi alam, mereka hidup terus dari tahun ke tahun melalui bibit-bibit atau ovanya. Mr. E- Ray Lankester, baru-baru ini hanya telah mengupas topik ini, dan ia menyimpulkan, sejauh kompleksitas umumnya ekstrimnya mengizinkannya membentuk suatu pendapat, bahwa umur panjang pada umumnya berkaitan dengan standar setiap spesies dalam skala organisisi, juga dengan jumlah dalam reproduksi dan dalam kegiatan umum. Kondisi-kondisi alam mungkin sebagian besar telah ditetapkan melalui seleksi alam.

THE ORIGIN OF SPECIES Chapter XII: GEOGRAPHICAL DISTRIBUTION (Penyebaran Geografis)

Evolusi-Teori Evolusi Darwin Bab 12
Penyebaran Geografis

Distribusi yang sekarang ada tidak dapat dijelaskan berdasarkan perbedaan-perbedaan kondisi fisik -- Pentingnya batas-batas -- Kekerabatan produksi-produksi benua yang sama -- Pusat-pusat ciptaan -- Sarana penyebaran melalui perubahan iklim dan ketinggian tanah, dan sarana yang bersifat kadangkala -- Penyebaran selama Zaman Es -- Periode-periode silih berganti antara Utara dan Selatan.



Dalam melihat penyebaran makhluk-makhluk hidup di muka bumi, fakta besar pertama yang mencolok adalah bahwa baik kemiripan ataupun ketidakmiripan penghuni berbagai kawasan tidak dapat dijelaskan sepenuhnya menurut kondisi kondisi iklim dan fisik lainnya. Akhir-akhir ini, hampir setiap penulis yang telah menyelidiki topik ini telah sampai pada kesimpulan tersebut. Kasus Amerika saja cukup untuk membuktikan kebenarannya. Sebab, jika kita tidak memperhitungkan, kawasan Arktik dan kawasan iklim sedang di Utara, semua penulis sepakat bahwa salah satu dari pembagian fundamental dari penyebaran geografis adalah antara Dunia Baru dan Dunia Lama. Namun, jika kita menjelajahi benua Amerika yang luas itu, dari bagian tengah Amerika Serikat sampai ujung selatannya, kita menjumpai kondisi-kondisi yang sangat beraneka ragam: daerah-daerah lembab, lautan pasir gersang, gunung tinggi, dataran-dataran rumput, hutan-hutan, rawa-rawa, danau, sungai-sungai besar, dalam berbagai temperatur. Hampir tidak ada iklim atau kondisi di Dunia Lama yang tidak dapat disejajarkan dengan yang ada di Dunia Baru -- setidaknya sedekat yang dibutuhkan spesies yang sama pada umumnya. Sudah pastilah, ada daerah- daerah kecil dapat ditunjukkan di Dunia Lama yang lebih panas ketimbang yang ada di Dunia Baru. Tetapi daerah-daerah ini tidak dihuni oleh suatu fauna yang berbeda dengan yang ada di daerah sekelilingnya. Sebab sangat jarang dapat ditemukan kelompok organisme yang terbatas pada daerah kecil, yang berkondisi khusus, walau hanya dalam derajat kecil. Sekalipun terdapat paralelisme umum dalam kondisi-kondisi Dunia Lama dan Dunia Baru ini, betapa jauh berbeda produksi-produksi mereka yang hidup.

THE ORIGIN OF SPECIES Chapter VI: DIFFICULTIES OF THE THEORY (Kesukaran-kesukaran Dari Teori)

Evolusi-Teori Evolusi Darwin Bab 6
Kesukaran-kesukaran Dari Teori

Kesukaran teori keturunan dengan modifikasi – Hilangnya atau langkanya varietas transisi – Transisi dalam kebiasaan hidup – Kebiasaan yang berbeda pada spesies yang sama – Spesies dengan kebisaan yang jauh berbeda dari kebiasaan jenis serumpun – Organ-organ yang terlalu sempurna – model-model transisi – Kasus-kasus kesukaran – Natura non facit saltum – Organ-organ yang tak begitu penting – Organ-organ yang tidak sempurna dalam semua kasus – Hukum tentang Keseragaman Tipe dan kondisi-kondisi keberadaan yang dilakukan oleh Seleksi Alam.

Jauh sebelum pembaca sampai pada bagian ini, banyak kesukaran tentu sudak terpikir. Bebrapa darinya begitu serius, sehingga sampai sekarang ini saya hampir tak dapat meninjaunya kembali tanpa sedikit merasa goyah; tetapi toh menurut penilaian saya, sebagian besar kesulitan itu hanyalah tampaknya saja dan kesulitan-kesulitan yang nyata muncul, saya pikir tidak fatal teori saya ini.

Kesukaran-kesukaran dan keberatan-keberatan itu dapat dikelaskan dalam judul-judul berikut. Pertama, apabila spesies-spesies adalah keturunan spesies lain dnegan cara gradasi, mengapa kita tidak melihat banyak sekali bentuk transisi? Mengapa seluruh alam tidak berada dalam kekacauan, dan malahan sebagaiamana kita lihat, spesies-spesies itu telah begitu tertata jelas?

Kedua, apa mungkin seekor binatang yang umpamanya mempunyai struktur dan kebiasaan seekor kekelawar, dapat terbentuk dari modifikasi seekor binatang lain dengan kebiasaan dan struktur yang sangat berbeda? Dapatkah kita percaya bahwa seleksi alam dapat menghasilkan, di satu pihak, satu pihak, satu organ yang tak begitu penting, seperti ekor jerapah, yang berfungsi hanya sebagai pengusir lalat, dan di pihak lain sebuah organ yang begitu menakjubkan seperti mata?

THE ORIGIN OF SPECIES Chapter X: ON THE IMPERFECTION OF THE GEOLOGICAL RECORD (Tentang Ketidaksempurnaan Catatan Geologis)

Evolusi-Teori Evolusi Darwin Bab 10
Tentang Ketidaksempurnaan Catatan Geologis

Tentang tidak adanya varietas pertengahan pada waktu sekarang --- Tentang sifat naluri varietas pertengahan yag punah; tentang jumlah mereka --- Tentang jangka waktu, sebagaimana ditarik kesimpulan dari laju penggundulan dan pengendapan --- Tentang lewatnya waktu sebagaimana diperkirakan dalam tahun-tahun ­-- Tentang miskinnya koleksi palaeontologi kita --- Tentang sebentar ada sebentar tidak formasi geologi --- Tentang penggundulan wilayah granit --- Tentang kemunculan mendadak kelompok­kelompok spesies --- Tentang kemunculan mendadak mereka dalam strata fossiliferus paling rendah yang diketahui – Bumi zaman dahulu yang dapat dihuni.



DALAM Bab 6 saya menyebutkan keberatan utama yang mungkin pantas dihadapkan dengan pandangan yang dipertahankan dalam buku ini. Kebanyakan darinya telah dibicarakan. Pertama, yaitu perbedaan bentuk-bentuk khusus, dan tidak dicampurnya menjadi satu oleh kaitan-kaitan (links) transisional yang tak terhitung banyaknya itu. Ini merupakan kesulitan yang sangat nyata. Saya punya alasan-alasan mengapa kaitan-kaitan tersebut tidak umum terjadi sekarang dalam keadaan yang tampaknya paling menguntungkan bagi kehadirannya, yakni di areal yang luas dan punya kesinambungan dengan kondisi-kondisi fisik yang gradual. Saya coba untuk memperlihatkan, bahwa kehidupan setiap spesies Iebih tergantung pada pentingnya kehadiran bentuk organik lain yang sudah mantap, ketimbang pada iklim. Oleh karena itu, kondisi-kondisi yang nyata-nyata mengatur kehidupan tidak bergraduasi makin samar hingga tak terasa seperti panas atau kelembaban. Saya coba juga memperlihatkan bahwa varietas pertengahan, dari kehadiran yang kurang jumahnya dibanding bentuk-bentuk yang dihubungkannya umumnya akan terdesak hilang dan punah selama perjalanan modifikasi dan perbaikan lebih lanjut. Namun, sebab utama mengapa perantara yang sangat banyak itu sekarang tidak terjadi dimana-mana di seluruh alam, tergantung pada proses seleksi alam itu sendiri, yang mendorong varietas baru secara terus-menerus menggusur dan menggantikan bentuk induknya. Akan tetapi. sama seperti proses pemunahan telah bekerja pada skala yang sangat besar, begitu pula jumlah varietas pertengahan, yang ada sebelumnya, benar­benar sangat banyak. Tapi mengapa setiap formasi geologi dan setiap stratum tidak penuh dengan penghubung pertengahan tersebut? Geologi pasti tidak mengungkapkan suatu rantai organik yang bergradasi rinci. Dan barangkali, inilah keberatan yang paling nyata dan paling serius yang dapat dialamatkan kepada teori saya. Penjelasannya terletak, sebagaimana saya yakini, dalam ketidaksempurnaan yang sangat besar dari catatan geologi.

THE ORIGIN OF SPECIES Chapter IX: HYBRIDISM (Hibridisme)

Evolusi-Teori Evolusi Darwin Bab 9
Hibridisme

Perbedaan antara sterilnya persilangan pertama dan sterilnya hibrida. Sterilitas yang berbeda dalam tingkat, tidak universal, dipengaruhi oleh antar pembiakan dekat, disingkirkan oleh domestika. Hukum-hukum yang mengatur sterilitad hibrida. Sterilitas bukan suatu anugerah khusus, tetapi kebetulan atas perbedaan-perbedaan lain, dan yang tidak diakumulasi oleh seleksi alam. Sebab-sebab sterilitas persilangan pertama dan sterilitas hibrida. Paralelisme antara dampak kondisi kehidupan yang berubah dan persilangan. Dimorfisme dan Trimorfisme. Kesuburan varietas bila disilangkan dan anak blsterannya tidak universal. Kesuburan hybrid dan blasteran dibandingkan secara independen. Ringkasan.

Pandangan yang biasanya dianut para naturalis adalah, bahwa spesies, bila disilangkan, akan mengalami sterilitas, untuk mencegah kerancuan mereka. Pandangan ini pada awalnya tampak sangat mungkin, sebab spesies yang hidup bersama hampir tidak dapat dipisahkan, bila mereka mampu bersilangan bebas. Subyek ini dari banyak segi penting bagi kita, lebih khusus lagi karena sterilitas spesies bila pertama kali disilangkan dan sterilitas hibrida blasterannya, tidak dapat diperoleh dengan pemeliharaan berturut-turut tingkat sterilitas yang menguntungkan, seperti akan saya perlihatkan. Ini adalah hasil kebetulan dan perbedaan-perbedaan dalam sistem reproduksi spesies induk.

Dalam membicarakan subjek ini, dua kelas kenyataan yang secara fundamental jauh berbeda, umumnya dicampuradukkan yakni sterilitas spesies jika untuk pertama kali disilangkan dan sterilitas hibrida yang dihasilkannya.

THE ORIGIN OF SPECIES Chapter XV: RECAPITULATION AND CONCLUSION (Rekapitulasi dan Kesimpulan)

Evolusi-Teori Evolusi Darwin Bab 15
Rekapitulasi dan Kesimpulan

Rekapitulasi keberatan-keberatan atas teori seleksi alam —Rekapirulasi keadaan-keadaan umum dan khusus: yang menguntungkannya — Penyebab-penyebab keyakinan umum pada kekekalan (immutabilitas) spesies — Seberapa jauh teori seleksi alam dapat diperluas ~- Dampak adopsi teori ini ke dalam studi sejarah alam — Kesimpulan-kesimpulan.



Karena keseluruhan buku mi merupakan satu argumen panjang, mungkin akan Lebih memudahkan pembaca bila fakta-fakta dan kesimpulan-kesimpulan utama direkapitulasi secara ringkas.

Saya tidak menyangkat bahwa banyak keberatan serius dialamatkan pada teori saya tentang “keturunan dengan modifikasi melalui variasi dan seleksi alam”. Saya telah berusaha memberikan sebanyak mungkin peluang pada penyangkal. Pada mulanya, tidak ada yang tampak lebih sulit dipercaya. bahwa organ-organ, yang lebih kompleks dan naluri-naluri dapat dan telah disempumakan, bukan melalui sarana yang lebih unggul daripada — walaupun analog dengan — nalar manusia, tetapi melalui akumulasi variasi-variasi kecil yang tak terhitung banyaknya, yang masing-masing~ berguna bagi pemilik individualnya. Namun kesulitan mi, meskipun tampak besar tiada tara bagi imajinasi kita, tidak dapat dianggap nyata jika kita tidak mengakui proposisi proposisi berikut, yaitu bahwa semua bagian organisasi dan naluri-naluri, sedikitnya menawarkan perbedaan-perbedaan individual, bahwa ada suatu struggle for existence yang bermuara pada pelestarian derivasi-derivasi struktur atau naluri. Dan akhimya, bahwa gradasi-gradasi pada keadaan sempurna setiap organ mungkin telah ada, masing-masing baik bagi jenisnya. Pada hemat saya, kebenaran proposisi-proposisi ini tidak dapat diperdebatkan.

THE ORIGIN OF SPECIES Chapter II: Variation Under Nature (Variasi di Alam)

Evolusi-Teori Evolusi Darwin Bab 2
Variasi di Alam

Variabilitas - Perbedaan-perbedaan Individual - Spesies-spesies yanq meragukan - Spesies dengan kisaran luas, banyak tersebar dan spesies yang biasanya paling banyak berubah - Spesies dari genera lebih besar dalam setiap daerah lebih sering berubah daripada spesies dari genera lebih kecil , Banyak spesies yang tercakup dalam genera lebih besar menyerupai varietas vang berhubungan sangat erat nanutn tidak sama satu sarna lain, dan mempunyai daerah kisaran terbatas.



Sebelum penerapan prinsip-prinsip ini sampai pada bab terakhir tentang makhluk organik yang ada di suasana alam bebas, kita harus membicarakan secara singkat apakah yang terakhir tadi mengalami variasi. Untuk membicarakan tentang subjek ini secara tepat, harus diberikan katalog panjang mengenai fakta-fakta, namun hal ini saya simpan untuk karya saya pada masa datang. Di sini, saya tidak akan membicarakan berbagai definisi yang telah diberikan berkenaan dengan istilah spesies. Tidak ada definisi yang memuaskan semua naturalis; namun setiap naturalis mengetahui secara samar-samar apa yang dimaksud ketika bicara tentang spesies. Umumnya, istilah ini mencakup unsur yang tidak dimengerti mengenai tindakan penciptaan yang berbeda. Istilah “varietas” hampir sama sulitnya untuk didefinisikan; namun disini komunitas keturunan hampir dipakai secara universal, meskipun jarang bisa dibuktikan. Kami juga mempunyai apa yang dinamakan monstrosity (makhluk yang bentuk atau keadaannya ganjil), tetapi keganjilan ini berangsur menjadi varietas. Saya menduga bahwa yang dimaksud dengan adanya keganjilan ialah penyimpangan nyata dari struktur yang umumnya tidak merusak atau tidak berguna bagi spesies. Beberapa pengarang menggunakan istilah “variasi” dalam arti teknis sebagai penerapan suatu modifikasi secara langsung karena kondisi fisik kehidupan. Dan variasi dalam arti ini diduga tidak diwariskan, tetapi siapa yang dapat mengatakan lingkungan jelek, kerang-kerang, tanaman-tanaman kerdil dipuncak Alpen, atau bulu tebal binatang dari daerah jauh di utara, dalam hal ini akan diwariskan paling tidak selama beberapa generasi? Saya kira dalam kasus ini, bentuk yang bisa disebut sebagai variasi.

THE ORIGIN OF SPECIES Chapter I: Variation Under Domestication (Variasi Karena Pembudidayaan)

Evolusi-Teori Evolusi Darwin Bab 1
Variasi Karena Pembudidayaan

Penyebab variabilitas-Effek kebiasaan dan keterpakaian dan ketidaterpakaian bagian-korelasi variasi-pewarisan-karakter varietas domestik-kesulitan membedakan antara varietas dan spesies-Awal variasi domestik dari satu atau lebh spesies-merpati domestik, perbedaan dan asalnya-prinsip seleksi, yang diikuti, efek mereka-seleksi metodik dan tidak sadar-ketidaktahuan asal produksi domestik-lingkungan yang mendukung kekuatan manusia dalam melakukan seleksi

Penyebab Variabilitas

Ketika kita membandingkan individu-individu yang memiliki varietas atau sub-varietas yang sama dari tumbuh-tumbuhan dan binatang yang telah lama dibudidayakan, satu hal yang terlintas dalam pikiran kita adalah bahwa pada umumnya mereka lebih berbeda satu dari lainnya daripada perbedaan antar individu dalam satu spesies atau dari satu varietas di alam. Dan jika kita merefleksi keragaman tanaman dan binatang yang dibudidayakan, dan yang telah mengalami variasi sepanjang zaman di bawah cuaca serta penanganan yang berbeda-beda, kita terdorong untuk mengambil kesimpulan bahwa adanya variabilitas besar ini karena produksi domestik telah dibesarkan di bawah kondisi kehidupan yang tidak seragam dan sedikit berbeda dengan keadaan yang ditunjukkan oleh spesies tetuanya di alam bebas. Terdapat pula kemungkinan dalam pandangan yang dikemukakan oleh Andrew Knight, bahwa variabilitas ini mungkin disebabkan karena kelebihan makanan. Terlihat jelas bahwa makhluk organik harus didedahkan selama beberapa generasi terhadap kondisi baru untuk menghasilkan banyak variasi; dan hal itu, ketika organisasi telah mulai bervariasi, umumnya akan terus melakukan variasi selama beberapa generasi. Tidak ada kasus tercatat tentang organisme ber variasi yang berhenti bervariasi ketika dibudidayakan. Tanaman yang sudah lama sekali dikelola, seperti gandum, masih saja meng hasilkan varietas baru; binatang piaraan yang sudah lama dipelihara masih mampu mengalami perbaikan atau modifikasi.

THE ORIGIN OF SPECIES Chapter VIII: INSTINCT (Naluri)

Evolusi-Teori Evolusi Darwin Bab 8
Naluri

Naluri dapat disamakan dengan kebiasaan, tetapi berbeda dalam asal-usulnya -- Naluri dibagi dalam tingkat-tingkat -- Aphides dan semut -- Naluri dapat berubah-ubah -- Naluri hewan peliharaan, asal-usulnya -- Naluri alamiah Cuckoo (burung elang malam), Molothrus, burung unta, dan lebah parasit -- Semut pembuat budak -- Lebah dan nalurinya untuk membuat sel -- Perubahan naluri dan strukturnya tidak perlu simultan -- Kesulitan-kesulitan dalam teori seleksi alam tentang naluri -- Serangga yang netral atau steril -- Ringkasan.


Banyak naluri begitu mengagumkan, sehingga perkembangan mereka barangkali tampak bagi pembaca mendatangkan kesulitan tersendiri untuk menggulingkan seluruh teori saya. Maka, perkenankanlah saya disini mengajukan sebuah premis, bahwa saya tidak berurusan dengan asal-usul daya-daya mental, kecuali dengan asal-usul kehidupan itu sendiri. Kita hanya berurusan dengan anekaragam naluri dan kemampuan-kemampuan mental lain pada hewan dari kelas yang sama.