Showing posts with label Evolusi. Show all posts
Showing posts with label Evolusi. Show all posts

Monday, August 4, 2014

Sejarah Teori Evolusi

Evolusi. Sejarah Teori Evolusi

1. Masa Fiksis (Tokoh: Aristoteles, Plato, Leeuwenhoek, Cuvier, Linnaeus, Buffon, Hooke)
Sampai abad ke-18, para ahli beranggapan bahwa suatu organisme adalah ciptaan Tuhan. Semua kegiatan dalam tubuh organisme merupakan anugerah Tuhan yang sudah diturunkan berdasarkan kitab para Nabi, adanya cacat tubuh dianggap sebagai kutukan. Adanya kemiripan pada makhluk hidup dianggap sebagai suatu kebetulan. Teori ini dianggap sebagai teori yang tidak dapat diganggu gugat, misalnya matahari pada saat itu yang dianggap mengelilingi bumi sehingga bila ada orang yang berpendapat bahwa bumi yang berotasi mengelilingi matahari maka orang tersebut akan ditangkap karena dianggap menghujat Tuhan. Saat itu, Linnaeus mengemukakan pengelompokan hewan berdasarkan kesamaannya dan tumbuhan berdasarkn kesamaan alat reproduksi.

2. Masa Adaptasi dan Transformasi (Tokoh: Hutton, Malthus, Lamarck, Lyell)
Masa ini disadari bahwa manusia tidak sama persis dengan sesamanya, begitu juga pada tumbuhan maupun hewan lain. Lamarck mencoba menjelaskan bahwa perbedaan itu disebabkan kebiasaan dari individu masing-masing. Contohnya, manusia yang sering melakukan olahraga akan mempunyai tubuh yang besar dan akan diperkirakan akan mempunyai anak yang bertubuh besar juga. Latihan adalah proses adaptasi dan perubahan yang terjadi adalah proses transformasi.

3. Masa Seleksi Alam (Tokoh: C. Darwin, A.R. Wallace)
Muncul pemikiran dari Wallace mengenai hukum siapa yang kuat, dialah yang menang atau survival of the fittest yang dituangkan ke dalam suatu karya ilmiah. Teori ini mirip dengan teori Darwin sehingga oleh Royal Society of London diminta untuk menunggu Darwin membuat karya ilmiah mengenai teorinya dan dibacakan keduanya. Berdasarkan teori ini, suatu organisme beraneka ragam dan alam yang akan melakukan seleksi, individu yang kuat akan bertahan dan yang tidak kuat akan mati.

4. Masa Teori Genetika (Tokoh: Mendel, De Vries, Tschernov, W. Bateson, Weismann)
Mendel mengemukakan bahwa sifat tertentu diturunkan dengan ketelitian yang cukup akurat berdasarkan pengamatan penelitiannya selama menanam sayuran. Namun hasil penelitian beliau masih terlalu maju pada zamannya sehingga tersimpan begitu saja di perpustakaan.Baru 35 tahun kemudian hukum Mendel tersebut ditemukan kembali oleh Hugo de Vries dan Tschernov. Hukum Mendel tersebut merangsang peneliti untuk mendalami ilmu yang baru tersebut dan sebagai ilmu Genetika.

5. Masa Teori Sintetik (Tokoh: E. Mayr, P.J. Darlington, TH. Dobzhansky, Morgan, J. Huxley, G.G. Simpson)
Fenomena baru mengenai kerja gen banyak ditemukan oleh Morgan yang bekerja dengan lalat buah Drosophila melanogaster. Fenomena evolusi yang baru juga banyak ditemukan oleh Ernest Mayr dan P.J. Darlington yang mempelajari Taksonomi Sistematik dan Zoogeografi burung. Kaitan antara masing-masing ilmu mulai terlihat, bukan hanya Genetika dan Evolusi saja yang saling menunjang tetapi semua ilmu biologi dapat dipakai untuk menerangkan fenomena Evolusi. Theodozius Dobzhansky berjasa dalam merangkum berbagai fenomena Evolusi dari berbagai macam disiplin biologi. Semua hal tersebut menyebabkan teori Evolusi masuk dalam masa baru yang dikenal dengan teori Sintetik Evolusi.

6. Masa Evolusi Modern (Tokoh: R.A. Fischer, S. Wright, F. Haldane, M. Nei, M. Kimura, T. Ota)
Teori evolusi mengalami kemajuan yang pesat sejak perkembangan komputer dan penemuan struktur DNA karena dengan analisis DNA, hal yang dulu dianggap mustahil sekarang dapat dilaksanakan walaupun masih secara teoritis. Komputer memegang peranan yang penting untuk kemajuan teori evolusi karena memudahkan dalam pengolahan data.





Thursday, July 18, 2013

Perkembangan Teori Evolusi

Perkembangan Teori Evolusi

A. Teori Pembentukan Bumi
Kehidupan di bumi bermula antara 3,5 dan 4,0 milyar tahun silam. Bumi terbentuk sekitar 4,5 milyar tahun silam, dan kemungkinan kehidupan baru dimulai beberapa ratus juta tahun kemudian. Para ilmuwan telah menemukan isotop karbon yang menunjukkan adanya aktivitas metabolisme organisme dalam batuan yang berumur 3,8 milyar tahun di Greenland. (Campbell, 2000). Alam semesta telah terbentuk melalui ledakan titik tunggal bervolume nol. Ledakan raksasa yang menandai permulaan alam semesta ini dinamakan ‘Big Bang‘, dan teorinya dikenal dengan nama tersebut. Perlu dikemukakan bahwa ‘volume nol‘ merupakan pernyataan teoritis yang digunakan untuk memudahkan pemahaman. Ilmu pengetahuan dapat mendefinisikan konsep ‘ketiadaan‘, yang berada di luar batas pemahaman manusia, hanya dengan menyatakannya sebagai ‘titik bervolume nol‘. Sebenarnya, ‘sebuah titik tak bervolume‘ berarti ‘ketiadaan‘. Demikianlah alam semesta muncul menjadi ada dari ketiadaan

Big bang diperkirakan sudah terjadi sejak dua puluh miliar tahun yang lalu. Sekitar lima belas miliar tahun kemudian, awan debu antar bintang dan gas bersatu dan berkondensasi karena tertarik gravitasi dari bola gas raksasa yang kita sebut matahari, dikelilingi oleh benda-benda berbentuk bola dengan komposisi bervariasi, disebut planet. Sebagian besar alam semesta terdiri dari gas-gas hidrogen dan helium bermolekul ringan, yang merupakan bahan dasar bintang. Jika elemen-elemen tersebut bersatu, jumlahnya hanya 0,1 persen dari jumlah dan bentuk planet.
B. Teori tentang asal-usul kehidupan
Bagaimanakah kehidupan muncul di bumi? Seperti apakah wujud planet ini ketika proses itu bermula? Satu hal yang jelas adalah udara belum mengandung gas oksigen, sebab gas oksigen di udara sekarang ini merupakan hasil fotosintesis makhluk hidup yang berklorofil. Material-material organik yang harus terakumulasi sebagai bahan baku makhluk hidup tidak mungkin stabil dan segera mengalami pelapukan atau pembusukan dalam udara yang beroksigen. John Burdon Sanderson Haldane (1892-1964) dari Inggris merupakan ilmuwan pertama yang mengemukakan bahwa suatu reducing atmosphere (udara tanpa oksigen) adalah keniscayaan bagi evolusi terbentuknya makhluk hidup. Ketika di udara belum ada gas oksigen, tentu belum ada juga lapisan ozon (molekul oksigen beratom tiga) di bagian atas atmosfer yang membendung radiasi ultraviolet dari matahari seperti sekarang ini. Radiasi ultraviolet yang menghujani permukaan bumi menyediakan energi untuk sintesis senyawa-senyawa organik dari molekul-molekul anorganik. Oleh karena di udara tidak ada gas oksigen yang dapat merusak mereka, senyawa-senyawa organik itu terakumulasi di samudera dengan aman sampai akhirnya, dalam kata-kata Haldane sendiri, “the primitive oceans reached the consistency of hot dilute soup” (Anshory, 2007).

Kehidupan dimulai sangat dini dalam sejarah bumi, dan organisme pertama itu merupakan nenek moyang kaleidoskop keanekaragaman Biologi yang kita lihat saat ini. Organisme yang paling kita kenal adalah organisme makroskopik dan multiseluler, terutama tumbuhan dan hewan. Namun demikian pada tiga perempat awal sejarah evolusi, satu-satunya organisme bumi adalah organisme mikroskopik dan uniseluler (bersel tunggal) (Campbell, 2000). Pertanyaan mengenai bagaimana kehidupan dimulai sebenarnya adalah pertanyaan mengenai terjadinya prokariota. Banyak teori-teori yang dikemukakan oleh para ilmuwan mengenai asal-usul kehidupan.
C. Sejarah tori Evolusi
1. Plato (428-348 sebelum masehi)
Ia membayangkan seorang pencipta yang menciptakan dunia dari kehancuran dan kemudian menciptakan dewa-dewa yang lalu membuat manusia laki-laki. Wanita dan hewan timbul dari reinkarnasi jiwa laki-laki. Makin cacad jiwa itu makin rendah reinkarnasinya.
2. Aristoteles (384-322 sebelum masehi)
Adalah seorang pengamat alam yang teliti dan melihat banyak bukti mengenai desain dan tujuan. Dia mengatur semua organisme di dalam suatu ”skala alam” yang meliputi dari yang sederhana sampai yang kompleks. Organisme yang ada dianggap tidak sempurna tetapi bergerak kearah keadaan yang lebih baik. Hal ini kadang-kadang diartikan sebagai pemikiran evolusi, tetapi Aristoteles sangat samar-samar mengenai sifat gerakan tersebut. Mungkin gerakan itu merupakan pendekatan yang makin cocok dengan idealis penciptaan tiap spesies tertentu, yang pasti Aristoteles tidak merinci suatu pemikiran mengenai transmutasi spesies.
3. Anaximander (600-546 sebelum masehi)
Anaximander dapat dipandang sebagai pelopor dari ajaran desendensi (ajaran penurunan) oleh karena ia mengajarkan bahwa kosmos itu mungkin terbebtuk dari kekacauan (chaos), kehidupan itu timbul dari zat mati, sedangkan makluk yang tinggi tingkatannya timbul dari makluk yang rendah tingkatannya. Akan tetapi teori ini sama sekali tidak mempunyai pengaruh apa-apa terhadap alam pemikiran para sarjana di zaman itu dan di zaman berikutnya. Baru setelah teori-teori evolusi ini berkembang dengan pesat, maka dalam tulisan-tulisan sarjana itu dapat menemukan kembali petunjuk-petunjuk tentang adanya pendapat-pendapat semacam itu.
4. Carolus Linnaeus (1707-1778)
Linnaeus juga dianggap sebagai bapak taksonomi dia menyampaikan bahwa :
a. Semua tanaman dan binatang yang hidup sekarang ini dahulu dengan serentak diciptakan diatas bumi oleh satu ciptaan saja.
b. Mereka diciptakan dalam bentuk seperti yang tampak sekarang ini.
c. Tidak pernah ada tanaman-tanaman dan binatang-binatang yang lain di bumu ini kecuali tanaman-tanaman dan binatang-binatang yang hidup sampai sekarang.
Pembagian sistematika hewan menurut Linnaeus adalah sebagai berikut :
a. Binatang-binatang menyusui
b. Burung-burung
c. Ampibi-ampibi
d. Cacing-cacing
e. Serangga-serangga

Binatang-binatang menyusui ini dibagi lagi menjadi 8 golongan. Binatang yang termasuk salah satu dari 8 golongan ini diantaranya ialah (1) Gajah ; (2) Sapi Laut; (3) Macan Loreng; (4) Pemakan Semut; (5) Trenggiling. Pembagian ini jelas tidak didasrkan atas persamaan-persamaan cara hidup dari binatang-binatang itu dan ia tetap tidak menyangsikan kebenaran teori penciptaan.
5. Cuvier (1769-1832)
Ia menyampaikan bahwa sisa-sisa hewan yang telah mebatu itu adalah dari sisa hewan yang telah mati di zaman dulu. Mammouth yang dikeluarkan dari timbunan es di Rusia dengan utuh itupun telah diketahui oleh Cuvier. Cuvier kemudian menyusun teori yang terkenal dengan Teori Catalysma. Ia beranggapan bahwa tiap-tiap periode dalam sejarah bumi itu mungkin selalu diakhiri dengan suatu bencana yaitu semacam kiamat. Menurut Cuvier mungkin sekali lenyapnya hewan-hewan itu bukannya dimana-mana, dengan demikian ada kemungkinan juga bahwa hewan-hewan yang diciptakan dalam periode yang sudah lamapau dari suatu daerh tertentu, kemudian pindah menempati daerah lain yang baru di bumi ini. Hal ini berkaitan dengan sebaran hewan atau geografi hewan. Pendapat lain dari Cuvier yang penting adalah bahwa semua hewan dapat dianggap sebagai suku-suku dari suatu deret yang mulai dari hewan bersel satu yang sederhana sampai tingkat manusia. Hal ini dikenal dengan Tangga Dari Alam.
6. Lammarck (1744-1829)
Teori Lammarck ialah :
a. Bahwa di bumi ini mula-mula timbul makluk hidup yang sederhana, yang mungkin berasal dari benda-benda mati (dengan jalan Generatio Spontanea), akan tetapi dari makluk yang sederhana ini kemudian dalam tempo yang panjang sekali timbulah jenis-jenis makluk yang hidup sampai sekarang, tanpa ada penghentian jalannya kehidupan seperti yang dimaksudkan dalam cerita kiamat dari kitab Injil ataupun teori bencana menurut Cuvier. Teori evolusi menganggap bahwa hewan bersela satu sebagai permulaan evolusi dan menganggap manusia sebagai akhir evilusi.
b. Diantara sebab-sebab yang menyelenggarakan perubahan-perubahan dan penyempurnaan tubuh makluk hidup, Lammarck mengemukakan bahwa pentingnya mempergunakan dan tidak mempergunakan alat tubuh tertentu. Kalau sebuah alat tubuh sering digunakan maka ia akan tumbuh sempurna dan bila ia jarang digunakan ataupun tidak digunakan sama sekali maka ia akan terbelakang tumbuhnya, sedang tiap-tiap perubahan yang dialami oleh individu itu selama masa hidupnya kelak akan diturunkan kepada keturunanya, sehingga kelak sifat itu tampak sempurna pada keterunannya.

Lammarck memberi contoh Ular adalah binatang yang mempunyai kebiasaan untuk merangkak/merayap dengan cepat masuk ke dalam tanah, kalau mereka mau bersembunyi. Kaki-kaki yang panjang malah merugikan untuk merangkak dan bersembunyi di dalam tanah dan keberadaan kaki tersebut justru merintangi gerakan. Jadi kebiasaan bergerak dari binatang itu menyebabkan lenyapnya kaki-kaki pada tubuhnya sendiri.
Sedangkan jerapah memiliki leher yang panjang karena mereka mempunyai kebiasaan hidup untuk mengambil daun-daunan dari pohon-pohon yang tinggi. Dan sebaliknya hewan yang hidup di gua-gua gelap akan mempunyai mata ayang mundur ketajamannya. Hewan itu mempunyai kemampuan untuk selalu mempertahankan sifat yang telahmereka miliki dalam usaha menyempurnakan organisasi alat-alat tubuhnya, tetap dipertahankan terus hingga dengan demikian kelak pada suatu ketika berturut-turut terjadilah makluk hidup dari berbagai kelas dan bangsa, yang disebabkan oleh karena keadaan lingkungan hidupnya yang bermacam-macam.
7. Etienne Geoffroy ST. Hilaire (1722-1844)
Disamping Cuvier dan Lammarck, pada waktu itu di Paris hidup pula seorang ahli ilmu hewan bernama Etienne Geoffroy ST. Hilaire yang mempunyai anggapan yang sama dengan Lammarck dan Goethe. Ia berpendapat bahwa ada suatu hubungan antara hewan-hewan yang mempunyai bentuk dasar dari tubuhnya.
8. Charles Lyell (1797-1875)
Isi teori yang disampaikan oleh Lyell dalam bukunya ”An Enquiry How Far The Former Changes of The Earth’s Surface are Referable to Causes Now in Operatiaon” (Suatu Penyelidikan Sampai Kemanakah Perubahan-Perubahan yang terjadi Zaman Dahulu Dari Permukaan Bumi Ini Dapat Kita Hubungkan Dengan Sebab Musabab Alam Yang Sampai Sekarang Masih Terjadi Terus). Lyell membuktikan dengan contoh-contoh dari penyelidikan geologis bahwa untuk dapat menerangkan struktur dari kulit bumi serta lapisan tanah dibawahnya, tidak perlu beranggapan bahwa di zaman purba dulu terjadi kiamat berturut-turut. Tenaga-tenaga geologi yang samapi sekarang masih bekerja terus, tentu sudah cukup untuk menerapkan struktur bumi tadi. Tenaga geologi itu misalnya ialah daya erosi dari air, gerakan dari kulit bumi sendiri, daya gunung berapi dan lain-lainnya.

Lebih lanjut Charles Lyell pada awal abad 19 mengembangkan pandangan hutton yang lebih dahulu kedalam prinsip geologi mengenai ”uniformitarianisme” yang diterbitkan dalam bukunya Principles of geology (1830-1833). Lyell mengemukakan bahwa gunung dan lembah dan ciri-ciri fisik permukaan bumi tidak diciptakan seperti bentuknya sekarangatau tidak dibentuk oleh bencana yang berturut-berturut, tetapi terbentuk oleh berlanjutnya proses vulkanis, pergolakan, erosi, glasiasi dan sebagainya dalam jangka waktu yang sangat lama dan masih berlangsung sampai sekarang. Uniformitarianisme sangat penting bagi perkembangan lebih lanjut dari pengertian mengenai evolusi organik. Pertama, evolusi organik pada satu pihak merupakan penerapan prinsip uniformitarianisme pada dunia organik. Proses yang pada waktu ini berlangsung dan berlanjut selama periode waktu yang lama dapat menjelaskan mengenai asal-usul spesies. Kedua, dari pemikiran Lyell dapat ditarik kesimpulan bahwa bumi ini jauh lebih tua dari perkiraan Uskup Ussher, yang dibuat dalam tahun 1650 dengan menjumlahkan geneologi dalam buku Kejadian, sehingga ia mendapatkan bahwa bumi ini diciptakan 4000 tahun sebelum masehi. Untuk perubahan organik yana lambat yang terlibat dalam seleksi alam tersedia cukup banyak waktu.
9. Wilhelm Hofmeister (1824-1877)
Dalam bukunya yang terkenal mengenai sejarah perkembangan Kryptogamen (paku-pakuan dan lumut) telah menulis: Perubahan dari Jungermanniaceae (suku dari Lumut Hati) yang tak berdaun ke Jungermanniaceae yang berdaun adalah lambat sekali dan perubahan itu terjadi dengan jalan suatu deret bentuk antara yang sedikit-sedikit bedanya, yang tak ada putus-putusnya.
Pernyataan itu adalah sangat berprinsip, yang boleh dikatakan benar-benar Darwinistis. Akan tetapi aneh sekali pernyataan itu hanya ditulis sambil lalu saja.
10. Leopold Von Buch
Leopold Von Buch pada abad 19 telah menarik kesimpulan dari penyebaran tanaman-tanaman di Kepulauan Canari, bahwa oleh karena proses evolusi, maka di dalam jurang-jurang yang dalam, disitu terjadilah jenis-jenis tanaman yang baru dari jenis tertentu.
11. Robert Chambers (1802-1871)
Ia adalah seorang penerbit dan ahli filsalfat alam bangsa scot. Pada tahun 1844 terbit sebuah buku tak berpenulis yang berjudul ”Vertiges of The Natural history of Creation” (Jejak Sejarah Kehidupan Makluk Hidup), yang sangat laku dijual. Chambers-lah yang menerbitkannya. Oleh karenanya ia berpendapat bahwa pikiran-pikiran yang dimuat dalam buku itu niscaya akan menjatuhkan mana baik dari perusahannya. Dan memang ada protes-protes dan cemooh yang hebat mengenai isi buku itu. Kelak Chambers mengaku bahwa ialah yang menulisnya. Di Eropa pun buku itu sangat laku dan diterjemahkan kedalam berbagai bahasa. Terjemahan dalam Bahasa Belanda berjudul tambahan ”Penciptaan dan Kemajuan perkembangan dari tumbuh-tumbuhan dan Binatang-Binatang yang Dipengaruhi dan Dikuasai oleh hukum-Hukum Alam.

Dalam buku ini Generatio Spontanea dibicarakan dengan mendalam sekali, misalnya diceritakan tentang terjadinya kutu dengan pertolongan alira listrik didalam larutan garam yang jenuh. Disamping itu Chambers juga menyetujui pendapat Lyell yang menyatakan bahwa perubahan kulit bumi yang berlangsung secara perlahan-lahan karena pengaruh tenaga-tenaga alam itu adalah sesuai dengan kemauan Tuhan. akan tetapi tenaga-tenaga alam itu pun bertanggungjawab atas segala perubahan da pembentukan dari makluk hidup yang berkembang serasi dan bersama-sama dengan perkembangan bumi ini.

Perubahan dari jenis-jenis makluk hidup dan penciptaan jenis baru yang terus menerus yang berasal dari jenis yang rewndah tingkatannya bagi Chambers sudah pasti, seperti anggapn Lammarck, St. Hilaire dan pengikut-pengikutnya. Akan tetapi Chambers tidak percaya bahwa perubahan-perubahan jenis binatang itu disebabkan karena seringnya pemakaian dan tidak seringnya pemakaian dari alat-alat tubuh, ataupun karena pengaruh yang berlangsung dari keadaan lingkungan hidupnya. Dia berpendapat bahwa keinginan yang sewajarnya dari makluk-makluk itu sendirilah yang menjadi sebab. Ia mengemukakan ”Theory of Organic Development” (Teori Perkembangan Organik).

Hal yang berkaitan dengan manusia, juga disinggung oleh Chambers dengan menyatakan bahwa terjadinya manusia itu tidak lain ialah dari jenis-jenis binatang-binatang yang lain.
12. Weismann
Weismann, seorang ahli biologi berkebangsaan Jerman yang hidup pada tahun 1834-1912, menyatakan bahwa evolusi terjadi karena adanya seleksi alam terhadap faktor ngenetis. Variasi yang diwariskan dari induk kepada anaknya bukan diperoleh dari lingkungannya tetapi dengan perubahan diatur oleh faktor genetik atau gen. Weismann memotong ekor tikus sampai 20 generasi, tetapi anaknya tidak ada yang tidak berekor dan percobaan ini menyanggah teori evolusi Lamarck.
13. Charles Darwin
Dalam bukunya “On The Origin of Spesies by Means of Natural Selection”, Darwin mengeluarkan teori evolusi yang intinya dapat dibagi menjadi beberapa pokok berikut ini
a. Variasi pada tumbuhan dan hewan merupakan suatu variasi karateristik yang muncul dalam penampakan fenotip organisasi tersebut.
b. Rasio pertambahan terjadi secara geometrik, yaitu jumlah setiap spesies relatif tetap. Hai ini terjadi karena banyak individu yang tersingkir oleh predator, perubahan iklink dan proses persaingan.
c. Struggle for existance (usaha yang keras untuk bertahan ) merupakan suatu usaha individu organisme untuk bertahan hidup. Individu dengan variasi yang tidak sesuai untuk kondisi-kondisi yang umum dialam,akan tersingkir. Adapun individu-individu dengan variasi menguntungkan dapat melanjutkan kehidupannya dan memperbanyak diri dengan berproduksi.
d. Menghasilkan the survival of fittest kelestarian didapat dari organisasi yang memiliki kualitas paling sesuai dengan lingkungan. Individu=individu yang dapat hidup akan mewariskan variasi-variasi tersebut kepada generasi berikutnya.

Menurut Dawin terjadi evolusi karena adany seleksi alam (faktor alam yang mampu menyeksi makhluk hidup. Adaptasi merupakan penyebab terjadinya seleksi alam (mekanisme seleksi alam). Jerapah yang berleher panjang berasal dair yang berlehar panjang pula, sedangkan yang berleher pendek musnah. Faktor yang menyebabkan evolusi (mekanisme evolusi) adalah seleksi alam.

Tuesday, July 16, 2013

THE ORIGIN OF SPECIES Chapter VII: MISCELLANEOUS OBJECTIONS TO THE THEORY OF NATURAL SELECTION (Berbagai Keberatan Terhadap Teori Saya Tentang Seleksi Alam)

Evolusi-Teori Evolusi Darwin Bab 7
Berbagai Keberatan Terhadap Teori Saya Tentang Seleksi Alam

Umur panjang - Modifikasi-modifikasi tidak selalu simultan - Modifikasi tampaknya tidak langsung berguna - Perkembangan progresif - Ciri-ciri yang secara fingsional kurang penting, paling konstan - Dugaan inkompetensi seleksi alam yang disebabkan oleh tahap-tahap permulaan struktur yang berguna. Sebab-sebab yang mencampuri perolehan melalui seleksi alam struktur yang berguna Gradasi struktur dengan fungsi yang berubah Organ-organ yang berbecla jauh dialami anggota-anggota kelas yang sama dikembangkan dari satu kelas dan sumber yang sama Alasan-alasan untuk tidak modifikasi besar dan sekenyang-kenyangnya.

Saya khususkan bab ini untuk menanggapi berbagai keberatan yang telah dikemukakan orang terhadap pandangan-pandangan saya, Dengan demikian duduk perkara mungkin dapat, dibuat lebih jelas. Tetapi akan tidak berguna membicarakan semuanya, seperti yang banyak dibuat oleh penulis yang tidak mau bersusah-payah untuk memahami subjeknya. Demikianlah seorang naturalis Jerman yang kenamaan, telah mengatakan bahwa bagian terlemah teori saya, adalah, bahwa saya memandang semua makhluk hidup sebagai tidak sempurna. Padahal, apa yang sesungguhnya saya katakan adalah, bahwa semua makhluk hidup adalah tidak sesempurna sebagaimana seharusnya dalam hubungan dengan kondisi-kondisi kehidupannya. Hal ini diperlihatkan demikian oleh banyak bentuk kehidupan asli banyak pelosok dunia yang menyerahkan tempat mereka kepada bentuk-bentuk hidup asing. Makhluk hidup, kalaupun dapat beradaptasi lebih berguna pada kondisi-kondisi hidupnya tidak dapat tetap demikian, kecuali bila mereka sendiri berubah. Tidak seorang pun akan menyangkal, bahwa kondisi disetiap negara begitu pula jumlah dan jenis penghuninya telah mengalami dampak mutasi.

Baru-baru ini seorang kritikus tegas-tegas rnenyatakan dengan dibarengi pameran ketelitian matematikanya, bahwa umur panjang adalah suatu keuntungan besar bagi semua spesies, sehingga orang yang percaya pada seleksi alam “Harus menyusun pohon silsilahnya" sedemikian rupa, sehingga semua penggunaan memiliki jangka hidup lebih lama dari pada nenek moyang mereka! Tidak dapatkah kritikus ini membayangkan bahwa tanaman berjangka umur 1 tahun atau satu dari hewan yang lebih rendah dapat mengembara kewilayah yang dingin dan binasa disana setiap musim salju? Namun, dengan keuntugan yang diperoleh mclalui seleksi alam, mereka hidup terus dari tahun ke tahun melalui bibit-bibit atau ovanya. Mr. E- Ray Lankester, baru-baru ini hanya telah mengupas topik ini, dan ia menyimpulkan, sejauh kompleksitas umumnya ekstrimnya mengizinkannya membentuk suatu pendapat, bahwa umur panjang pada umumnya berkaitan dengan standar setiap spesies dalam skala organisisi, juga dengan jumlah dalam reproduksi dan dalam kegiatan umum. Kondisi-kondisi alam mungkin sebagian besar telah ditetapkan melalui seleksi alam.

THE ORIGIN OF SPECIES Chapter XII: GEOGRAPHICAL DISTRIBUTION (Penyebaran Geografis)

Evolusi-Teori Evolusi Darwin Bab 12
Penyebaran Geografis

Distribusi yang sekarang ada tidak dapat dijelaskan berdasarkan perbedaan-perbedaan kondisi fisik -- Pentingnya batas-batas -- Kekerabatan produksi-produksi benua yang sama -- Pusat-pusat ciptaan -- Sarana penyebaran melalui perubahan iklim dan ketinggian tanah, dan sarana yang bersifat kadangkala -- Penyebaran selama Zaman Es -- Periode-periode silih berganti antara Utara dan Selatan.



Dalam melihat penyebaran makhluk-makhluk hidup di muka bumi, fakta besar pertama yang mencolok adalah bahwa baik kemiripan ataupun ketidakmiripan penghuni berbagai kawasan tidak dapat dijelaskan sepenuhnya menurut kondisi kondisi iklim dan fisik lainnya. Akhir-akhir ini, hampir setiap penulis yang telah menyelidiki topik ini telah sampai pada kesimpulan tersebut. Kasus Amerika saja cukup untuk membuktikan kebenarannya. Sebab, jika kita tidak memperhitungkan, kawasan Arktik dan kawasan iklim sedang di Utara, semua penulis sepakat bahwa salah satu dari pembagian fundamental dari penyebaran geografis adalah antara Dunia Baru dan Dunia Lama. Namun, jika kita menjelajahi benua Amerika yang luas itu, dari bagian tengah Amerika Serikat sampai ujung selatannya, kita menjumpai kondisi-kondisi yang sangat beraneka ragam: daerah-daerah lembab, lautan pasir gersang, gunung tinggi, dataran-dataran rumput, hutan-hutan, rawa-rawa, danau, sungai-sungai besar, dalam berbagai temperatur. Hampir tidak ada iklim atau kondisi di Dunia Lama yang tidak dapat disejajarkan dengan yang ada di Dunia Baru -- setidaknya sedekat yang dibutuhkan spesies yang sama pada umumnya. Sudah pastilah, ada daerah- daerah kecil dapat ditunjukkan di Dunia Lama yang lebih panas ketimbang yang ada di Dunia Baru. Tetapi daerah-daerah ini tidak dihuni oleh suatu fauna yang berbeda dengan yang ada di daerah sekelilingnya. Sebab sangat jarang dapat ditemukan kelompok organisme yang terbatas pada daerah kecil, yang berkondisi khusus, walau hanya dalam derajat kecil. Sekalipun terdapat paralelisme umum dalam kondisi-kondisi Dunia Lama dan Dunia Baru ini, betapa jauh berbeda produksi-produksi mereka yang hidup.

THE ORIGIN OF SPECIES Chapter VI: DIFFICULTIES OF THE THEORY (Kesukaran-kesukaran Dari Teori)

Evolusi-Teori Evolusi Darwin Bab 6
Kesukaran-kesukaran Dari Teori

Kesukaran teori keturunan dengan modifikasi – Hilangnya atau langkanya varietas transisi – Transisi dalam kebiasaan hidup – Kebiasaan yang berbeda pada spesies yang sama – Spesies dengan kebisaan yang jauh berbeda dari kebiasaan jenis serumpun – Organ-organ yang terlalu sempurna – model-model transisi – Kasus-kasus kesukaran – Natura non facit saltum – Organ-organ yang tak begitu penting – Organ-organ yang tidak sempurna dalam semua kasus – Hukum tentang Keseragaman Tipe dan kondisi-kondisi keberadaan yang dilakukan oleh Seleksi Alam.

Jauh sebelum pembaca sampai pada bagian ini, banyak kesukaran tentu sudak terpikir. Bebrapa darinya begitu serius, sehingga sampai sekarang ini saya hampir tak dapat meninjaunya kembali tanpa sedikit merasa goyah; tetapi toh menurut penilaian saya, sebagian besar kesulitan itu hanyalah tampaknya saja dan kesulitan-kesulitan yang nyata muncul, saya pikir tidak fatal teori saya ini.

Kesukaran-kesukaran dan keberatan-keberatan itu dapat dikelaskan dalam judul-judul berikut. Pertama, apabila spesies-spesies adalah keturunan spesies lain dnegan cara gradasi, mengapa kita tidak melihat banyak sekali bentuk transisi? Mengapa seluruh alam tidak berada dalam kekacauan, dan malahan sebagaiamana kita lihat, spesies-spesies itu telah begitu tertata jelas?

Kedua, apa mungkin seekor binatang yang umpamanya mempunyai struktur dan kebiasaan seekor kekelawar, dapat terbentuk dari modifikasi seekor binatang lain dengan kebiasaan dan struktur yang sangat berbeda? Dapatkah kita percaya bahwa seleksi alam dapat menghasilkan, di satu pihak, satu pihak, satu organ yang tak begitu penting, seperti ekor jerapah, yang berfungsi hanya sebagai pengusir lalat, dan di pihak lain sebuah organ yang begitu menakjubkan seperti mata?

THE ORIGIN OF SPECIES Chapter X: ON THE IMPERFECTION OF THE GEOLOGICAL RECORD (Tentang Ketidaksempurnaan Catatan Geologis)

Evolusi-Teori Evolusi Darwin Bab 10
Tentang Ketidaksempurnaan Catatan Geologis

Tentang tidak adanya varietas pertengahan pada waktu sekarang --- Tentang sifat naluri varietas pertengahan yag punah; tentang jumlah mereka --- Tentang jangka waktu, sebagaimana ditarik kesimpulan dari laju penggundulan dan pengendapan --- Tentang lewatnya waktu sebagaimana diperkirakan dalam tahun-tahun ­-- Tentang miskinnya koleksi palaeontologi kita --- Tentang sebentar ada sebentar tidak formasi geologi --- Tentang penggundulan wilayah granit --- Tentang kemunculan mendadak kelompok­kelompok spesies --- Tentang kemunculan mendadak mereka dalam strata fossiliferus paling rendah yang diketahui – Bumi zaman dahulu yang dapat dihuni.



DALAM Bab 6 saya menyebutkan keberatan utama yang mungkin pantas dihadapkan dengan pandangan yang dipertahankan dalam buku ini. Kebanyakan darinya telah dibicarakan. Pertama, yaitu perbedaan bentuk-bentuk khusus, dan tidak dicampurnya menjadi satu oleh kaitan-kaitan (links) transisional yang tak terhitung banyaknya itu. Ini merupakan kesulitan yang sangat nyata. Saya punya alasan-alasan mengapa kaitan-kaitan tersebut tidak umum terjadi sekarang dalam keadaan yang tampaknya paling menguntungkan bagi kehadirannya, yakni di areal yang luas dan punya kesinambungan dengan kondisi-kondisi fisik yang gradual. Saya coba untuk memperlihatkan, bahwa kehidupan setiap spesies Iebih tergantung pada pentingnya kehadiran bentuk organik lain yang sudah mantap, ketimbang pada iklim. Oleh karena itu, kondisi-kondisi yang nyata-nyata mengatur kehidupan tidak bergraduasi makin samar hingga tak terasa seperti panas atau kelembaban. Saya coba juga memperlihatkan bahwa varietas pertengahan, dari kehadiran yang kurang jumahnya dibanding bentuk-bentuk yang dihubungkannya umumnya akan terdesak hilang dan punah selama perjalanan modifikasi dan perbaikan lebih lanjut. Namun, sebab utama mengapa perantara yang sangat banyak itu sekarang tidak terjadi dimana-mana di seluruh alam, tergantung pada proses seleksi alam itu sendiri, yang mendorong varietas baru secara terus-menerus menggusur dan menggantikan bentuk induknya. Akan tetapi. sama seperti proses pemunahan telah bekerja pada skala yang sangat besar, begitu pula jumlah varietas pertengahan, yang ada sebelumnya, benar­benar sangat banyak. Tapi mengapa setiap formasi geologi dan setiap stratum tidak penuh dengan penghubung pertengahan tersebut? Geologi pasti tidak mengungkapkan suatu rantai organik yang bergradasi rinci. Dan barangkali, inilah keberatan yang paling nyata dan paling serius yang dapat dialamatkan kepada teori saya. Penjelasannya terletak, sebagaimana saya yakini, dalam ketidaksempurnaan yang sangat besar dari catatan geologi.

THE ORIGIN OF SPECIES Chapter IX: HYBRIDISM (Hibridisme)

Evolusi-Teori Evolusi Darwin Bab 9
Hibridisme

Perbedaan antara sterilnya persilangan pertama dan sterilnya hibrida. Sterilitas yang berbeda dalam tingkat, tidak universal, dipengaruhi oleh antar pembiakan dekat, disingkirkan oleh domestika. Hukum-hukum yang mengatur sterilitad hibrida. Sterilitas bukan suatu anugerah khusus, tetapi kebetulan atas perbedaan-perbedaan lain, dan yang tidak diakumulasi oleh seleksi alam. Sebab-sebab sterilitas persilangan pertama dan sterilitas hibrida. Paralelisme antara dampak kondisi kehidupan yang berubah dan persilangan. Dimorfisme dan Trimorfisme. Kesuburan varietas bila disilangkan dan anak blsterannya tidak universal. Kesuburan hybrid dan blasteran dibandingkan secara independen. Ringkasan.

Pandangan yang biasanya dianut para naturalis adalah, bahwa spesies, bila disilangkan, akan mengalami sterilitas, untuk mencegah kerancuan mereka. Pandangan ini pada awalnya tampak sangat mungkin, sebab spesies yang hidup bersama hampir tidak dapat dipisahkan, bila mereka mampu bersilangan bebas. Subyek ini dari banyak segi penting bagi kita, lebih khusus lagi karena sterilitas spesies bila pertama kali disilangkan dan sterilitas hibrida blasterannya, tidak dapat diperoleh dengan pemeliharaan berturut-turut tingkat sterilitas yang menguntungkan, seperti akan saya perlihatkan. Ini adalah hasil kebetulan dan perbedaan-perbedaan dalam sistem reproduksi spesies induk.

Dalam membicarakan subjek ini, dua kelas kenyataan yang secara fundamental jauh berbeda, umumnya dicampuradukkan yakni sterilitas spesies jika untuk pertama kali disilangkan dan sterilitas hibrida yang dihasilkannya.

THE ORIGIN OF SPECIES Chapter XV: RECAPITULATION AND CONCLUSION (Rekapitulasi dan Kesimpulan)

Evolusi-Teori Evolusi Darwin Bab 15
Rekapitulasi dan Kesimpulan

Rekapitulasi keberatan-keberatan atas teori seleksi alam —Rekapirulasi keadaan-keadaan umum dan khusus: yang menguntungkannya — Penyebab-penyebab keyakinan umum pada kekekalan (immutabilitas) spesies — Seberapa jauh teori seleksi alam dapat diperluas ~- Dampak adopsi teori ini ke dalam studi sejarah alam — Kesimpulan-kesimpulan.



Karena keseluruhan buku mi merupakan satu argumen panjang, mungkin akan Lebih memudahkan pembaca bila fakta-fakta dan kesimpulan-kesimpulan utama direkapitulasi secara ringkas.

Saya tidak menyangkat bahwa banyak keberatan serius dialamatkan pada teori saya tentang “keturunan dengan modifikasi melalui variasi dan seleksi alam”. Saya telah berusaha memberikan sebanyak mungkin peluang pada penyangkal. Pada mulanya, tidak ada yang tampak lebih sulit dipercaya. bahwa organ-organ, yang lebih kompleks dan naluri-naluri dapat dan telah disempumakan, bukan melalui sarana yang lebih unggul daripada — walaupun analog dengan — nalar manusia, tetapi melalui akumulasi variasi-variasi kecil yang tak terhitung banyaknya, yang masing-masing~ berguna bagi pemilik individualnya. Namun kesulitan mi, meskipun tampak besar tiada tara bagi imajinasi kita, tidak dapat dianggap nyata jika kita tidak mengakui proposisi proposisi berikut, yaitu bahwa semua bagian organisasi dan naluri-naluri, sedikitnya menawarkan perbedaan-perbedaan individual, bahwa ada suatu struggle for existence yang bermuara pada pelestarian derivasi-derivasi struktur atau naluri. Dan akhimya, bahwa gradasi-gradasi pada keadaan sempurna setiap organ mungkin telah ada, masing-masing baik bagi jenisnya. Pada hemat saya, kebenaran proposisi-proposisi ini tidak dapat diperdebatkan.

THE ORIGIN OF SPECIES Chapter II: Variation Under Nature (Variasi di Alam)

Evolusi-Teori Evolusi Darwin Bab 2
Variasi di Alam

Variabilitas - Perbedaan-perbedaan Individual - Spesies-spesies yanq meragukan - Spesies dengan kisaran luas, banyak tersebar dan spesies yang biasanya paling banyak berubah - Spesies dari genera lebih besar dalam setiap daerah lebih sering berubah daripada spesies dari genera lebih kecil , Banyak spesies yang tercakup dalam genera lebih besar menyerupai varietas vang berhubungan sangat erat nanutn tidak sama satu sarna lain, dan mempunyai daerah kisaran terbatas.



Sebelum penerapan prinsip-prinsip ini sampai pada bab terakhir tentang makhluk organik yang ada di suasana alam bebas, kita harus membicarakan secara singkat apakah yang terakhir tadi mengalami variasi. Untuk membicarakan tentang subjek ini secara tepat, harus diberikan katalog panjang mengenai fakta-fakta, namun hal ini saya simpan untuk karya saya pada masa datang. Di sini, saya tidak akan membicarakan berbagai definisi yang telah diberikan berkenaan dengan istilah spesies. Tidak ada definisi yang memuaskan semua naturalis; namun setiap naturalis mengetahui secara samar-samar apa yang dimaksud ketika bicara tentang spesies. Umumnya, istilah ini mencakup unsur yang tidak dimengerti mengenai tindakan penciptaan yang berbeda. Istilah “varietas” hampir sama sulitnya untuk didefinisikan; namun disini komunitas keturunan hampir dipakai secara universal, meskipun jarang bisa dibuktikan. Kami juga mempunyai apa yang dinamakan monstrosity (makhluk yang bentuk atau keadaannya ganjil), tetapi keganjilan ini berangsur menjadi varietas. Saya menduga bahwa yang dimaksud dengan adanya keganjilan ialah penyimpangan nyata dari struktur yang umumnya tidak merusak atau tidak berguna bagi spesies. Beberapa pengarang menggunakan istilah “variasi” dalam arti teknis sebagai penerapan suatu modifikasi secara langsung karena kondisi fisik kehidupan. Dan variasi dalam arti ini diduga tidak diwariskan, tetapi siapa yang dapat mengatakan lingkungan jelek, kerang-kerang, tanaman-tanaman kerdil dipuncak Alpen, atau bulu tebal binatang dari daerah jauh di utara, dalam hal ini akan diwariskan paling tidak selama beberapa generasi? Saya kira dalam kasus ini, bentuk yang bisa disebut sebagai variasi.

THE ORIGIN OF SPECIES Chapter I: Variation Under Domestication (Variasi Karena Pembudidayaan)

Evolusi-Teori Evolusi Darwin Bab 1
Variasi Karena Pembudidayaan

Penyebab variabilitas-Effek kebiasaan dan keterpakaian dan ketidaterpakaian bagian-korelasi variasi-pewarisan-karakter varietas domestik-kesulitan membedakan antara varietas dan spesies-Awal variasi domestik dari satu atau lebh spesies-merpati domestik, perbedaan dan asalnya-prinsip seleksi, yang diikuti, efek mereka-seleksi metodik dan tidak sadar-ketidaktahuan asal produksi domestik-lingkungan yang mendukung kekuatan manusia dalam melakukan seleksi

Penyebab Variabilitas

Ketika kita membandingkan individu-individu yang memiliki varietas atau sub-varietas yang sama dari tumbuh-tumbuhan dan binatang yang telah lama dibudidayakan, satu hal yang terlintas dalam pikiran kita adalah bahwa pada umumnya mereka lebih berbeda satu dari lainnya daripada perbedaan antar individu dalam satu spesies atau dari satu varietas di alam. Dan jika kita merefleksi keragaman tanaman dan binatang yang dibudidayakan, dan yang telah mengalami variasi sepanjang zaman di bawah cuaca serta penanganan yang berbeda-beda, kita terdorong untuk mengambil kesimpulan bahwa adanya variabilitas besar ini karena produksi domestik telah dibesarkan di bawah kondisi kehidupan yang tidak seragam dan sedikit berbeda dengan keadaan yang ditunjukkan oleh spesies tetuanya di alam bebas. Terdapat pula kemungkinan dalam pandangan yang dikemukakan oleh Andrew Knight, bahwa variabilitas ini mungkin disebabkan karena kelebihan makanan. Terlihat jelas bahwa makhluk organik harus didedahkan selama beberapa generasi terhadap kondisi baru untuk menghasilkan banyak variasi; dan hal itu, ketika organisasi telah mulai bervariasi, umumnya akan terus melakukan variasi selama beberapa generasi. Tidak ada kasus tercatat tentang organisme ber variasi yang berhenti bervariasi ketika dibudidayakan. Tanaman yang sudah lama sekali dikelola, seperti gandum, masih saja meng hasilkan varietas baru; binatang piaraan yang sudah lama dipelihara masih mampu mengalami perbaikan atau modifikasi.

Cara Pembentukan Spesies (Spesiasi)

Evolusi-Cara Pembentukan Spesies (Spesiasi)

Spesiasi atau terbentuknya spesies baru dapat diakibatkan oleh adanya isolasi geografi, isolasi reproduksi, dan perubahan genetika (Campbell, 2003). Adapun proses spesiasi ini dapat berlangsung secara cepat atau lama hingga berjuta-juta tahun.

Isolasi geografis merupakan bentuk pembatasan alam yang berupa pemisahan populasi oleh kondisi alam. Hal ini dapat terjadi jika populasi makhluk hidup yang sama bermigrasi dari lingkungan lama menuju lingkungan baru yang terpisah dengan lingkungan awal dan menetap membentuk populasi tersendiri. Jika sistem populasi yang mula-mula kontinu dipisahkan oleh kondisi geografis sehingga terbentuk hambatan bagi penyebaran spesiesnya, maka sistem populasi yang demikian tidak akan lagi bertukar susunan gen, dan evolusinya berlangsung secara sendiri-sendiri. Seiring dengan berjalannya waktu, kedua populasi tadi akan semakin berbeda sebab masing-masing menjalani evolusi dengan caranya sendiri.

Isolasi geografis suatu populasi kecil, umumnya terjadi pada daerah pinggiran tempat hidup populasi tetua. Populasi yang memisahkan diri inilah yang disebut isolat periferal adalah suatu calon yang baik untuk terjadinya spesiasi karena tiga alasan berikut:

Spesies Dan Spesiasi

Evolusi-Spesies Dan Spesiasi

Spesies adalah komunitas organisme yang bisa kawin satu sama lain, suatu individu termasuk dalam spesies yang anggota-anggotanya berhasil bereproduksi semuanya (Konsep spesies reproduksi). Menurut Ernst Mayr, spesies adalah kelompok populasi alamiah yang secara aktual maupun potensial bisa saling kawin, dan kelompok ini secara reproduktif terisolasi dari kelompok lain. Menurut konsep morfologis, spesies didefinisikan menurut ciri penampilannya. Individu dalam alam masuk ke dalam kategori tersendiri berdasarkan perangkat fenotipnya, kriteria keanggotaan suatu spesies menurut konsep morfologis cukup dengan melihat persamaan ciri dengan anggota yang lain dalam spesies yang bersangkutan.

Menurut Campbell (2003) ada beberapa konsep spesies antara lain: konsep spesies biologis, konsep spesies morfologis, konsep spesies pengenalan, konsep spesies kohesi, konsep spesies ekologi, dan konsep spesies evolusioner. Berikut penjelasan masing-masing konsep spesies tersebut:

Konsep spesies Biologis mendefinisikan suatu spesies sebagai suatu populasi atau kelompok populasi yang anggota-anggotanya memiliki kemampua untuk saling mengawini satu sama lain di alam dan menghasilkan keturunan yang dapat hidup dan fertil jika kawin dengan spesies lain.

THE ORIGIN OF SPECIES Chapter VIII: INSTINCT (Naluri)

Evolusi-Teori Evolusi Darwin Bab 8
Naluri

Naluri dapat disamakan dengan kebiasaan, tetapi berbeda dalam asal-usulnya -- Naluri dibagi dalam tingkat-tingkat -- Aphides dan semut -- Naluri dapat berubah-ubah -- Naluri hewan peliharaan, asal-usulnya -- Naluri alamiah Cuckoo (burung elang malam), Molothrus, burung unta, dan lebah parasit -- Semut pembuat budak -- Lebah dan nalurinya untuk membuat sel -- Perubahan naluri dan strukturnya tidak perlu simultan -- Kesulitan-kesulitan dalam teori seleksi alam tentang naluri -- Serangga yang netral atau steril -- Ringkasan.


Banyak naluri begitu mengagumkan, sehingga perkembangan mereka barangkali tampak bagi pembaca mendatangkan kesulitan tersendiri untuk menggulingkan seluruh teori saya. Maka, perkenankanlah saya disini mengajukan sebuah premis, bahwa saya tidak berurusan dengan asal-usul daya-daya mental, kecuali dengan asal-usul kehidupan itu sendiri. Kita hanya berurusan dengan anekaragam naluri dan kemampuan-kemampuan mental lain pada hewan dari kelas yang sama.